Salah satu kenikmatan psikologis terbesar bagi penghuni surga adalah dicabutnya rasa iri, dengki, dan dendam dari dada mereka. Mereka hidup berdampingan dengan penuh cinta, layaknya saudara yang duduk berhadapan di atas dipan-dipan kemuliaan tanpa ada perselisihan sedikit pun. Kondisi hati yang tenang ini merupakan kunci kebahagiaan hakiki yang tidak bisa dibeli dengan materi apa pun di dunia.
Artinya: “Dan Kami lenyapkan rasa dendam yang ada dalam hati mereka; mereka merasa bersaudara, duduk berhadap-hadapan di atas dipan-dipan.” (QS. Al-Hijr: 47)
Istana Megah dari Emas dan Perak
Arsitektur surga melampaui imajinasi manusia karena dibangun dengan batu bata emas dan perak, dengan semen berupa kasturi yang sangat harum. Pemandangan di bawah istana-istana tersebut mengalir sungai-sungai madu, susu, dan khamr yang murni serta sama sekali tidak memabukkan. Setiap jengkal tanahnya adalah kemuliaan, memberikan ketenangan jiwa yang luar biasa bagi siapa saja yang berhasil memasukinya.
Rasulullah bersabda:
لَبِنَةٌ مِنْ ذَهَبٍ وَلَبِنَةٌ مِنْ فِضَّةٍ
“Satu bata dari emas dan satu bata dari perak.” (HR. Ahmad)
Pelayanan Sempurna dari Para Pelayan Surga
Setiap penduduk surga dilayani oleh pelayan-pelayan muda yang tetap muda selamanya (Wildanun Mukhalladun) yang berkeliling membawa piala-piala emas. Pelayanan ini diberikan secara terus-menerus tanpa henti untuk memastikan setiap keinginan penghuni surga terpenuhi seketika. Kemewahan ini merupakan bentuk pemuliaan Allah kepada hamba-hamba-Nya yang telah bersabar menghadapi ujian di dunia.
• Live Streaming
102.7 MQFM Bandung
Assalamu'alaykum Sahabat MQ, silahkan dapat menyampaikan pertanyaan disini melalui WhatsApp MQFM