home

Adab dalam Membangun Rumah

Sahabat MQ, membangun rumah bukan hanya tentang mendirikan bangunan secara fisik, tetapi juga membangun kehidupan di dalamnya dengan adab dan nilai-nilai islami. Rumah adalah salah satu pilar penting dalam menciptakan kehidupan keluarga yang harmonis, penuh ketenangan, dan saling mendukung satu sama lain. 

Membangun rumah bukan hanya tentang dinding dan atap yang kokoh, melainkan juga tentang menciptakan lingkungan yang penuh kasih, tolong-menolong, dan kehangatan antar anggota keluarga. Dalam Islam, rumah digambarkan sebagai baiti jannati “rumahku surgaku.” Artinya, rumah seharusnya menjadi tempat yang membawa ketenangan di dunia dan mengantarkan kebahagiaan hingga ke akhirat.

Setiap anggota keluarga memiliki peran penting. Seorang suami bertugas menjadi pemimpin dan pelindung keluarga, seorang istri menjadi penyejuk hati dan pengatur rumah tangga, dan anak-anak sebagai sumber kebahagiaan serta penerus nilai-nilai kebaikan. Bahkan, lingkungan sekitar seperti tetangga juga berperan dalam menciptakan suasana rumah yang damai. Karena itu, Islam mendorong agar kita menjaga hubungan baik dengan tetangga dan keluarga besar.

Rumah dibangun ketika seseorang siap memulai kehidupan baru, baik secara fisik maupun batin. Rumah yang baik bukan hanya terletak di tempat strategis, tapi juga di lingkungan yang mendukung ibadah, ketenangan, dan kebersamaan keluarga. Sejak awal pernikahan, rumah harus diniatkan sebagai tempat ibadah dan ketaatan kepada Allah.

rumah adalah tempat tumbuhnya nilai spiritual, moral, dan cinta kasih. Rumah yang dibangun tanpa adab dan niat yang benar bisa menjadi sumber masalah dan pertengkaran. Rasulullah ﷺ mencontohkan bagaimana rumah tangga yang ideal adalah rumah yang dipenuhi dengan zikir, doa, dan rasa syukur. Bahkan, Allah menegaskan dalam Surah Az-Zukhruf ayat 67:

اَلْاَخِلَّاۤءُ يَوْمَىِٕذٍ ۢ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ اِلَّا الْمُتَّقِيْنَۗࣖ ۝٦٧

“Teman-teman akrab pada hari itu saling bermusuhan satu sama lain, kecuali orang-orang yang bertakwa.”

Di hari kiamat, semua hubungan akan terputus kecuali hubungan yang dilandasi ketakwaan. Maka, membangun rumah dengan adab berarti membangun ketakwaan dan cinta yang berujung pada sakinah, mawaddah, dan rahmah. Rasulullah ﷺ mengingatkan bahwa sebaik-baik pasangan adalah yang membuat kita semakin dekat kepada Allah. Kedua, dalam kehidupan sehari-hari, hendaknya keluarga senantiasa memperbanyak zikir dan tafakur agar tercipta suasana sakinah. 

Sahabat MQ, membangun rumah dengan adab adalah upaya menciptakan “surga kecil” di dunia. Rumah yang kokoh bukan diukur dari megahnya bangunan, melainkan dari kuatnya iman dan kasih sayang penghuninya.

Program: Inspirasi Pagi – Bincang Parenting
Narasumber: KH. Djalaluddin Asy Syatibi • Abi Djalal
Penyiar: Muhammad Huda