Dengki

Pendengki Musuh Nikmat Allah

Sahabat MQ, dengki adalah perasaan tidak suka ketika orang lain mendapatkan nikmat dari Allah, bahkan berharap nikmat itu hilang dari orang tersebut. Pendengki tidak hanya merasa tidak senang melihat kebahagiaan orang lain, tetapi juga merasa lega ketika orang yang didengki mendapat musibah. Padahal, setiap nikmat datangnya dari Allah, bukan hasil rekayasa manusia semata.

Dengki muncul ketika hati tidak bersih, dipenuhi amarah, iri, dan kikir. Rasa dengki sering kali timbul saat orang lain mendapat rezeki, pujian, keberhasilan, atau kesempatan yang tidak kita miliki. Dengki dapat melahirkan kebencian, permusuhan, dan memutus silaturahmi. Rasulullah ﷺ bersabda:

“Jauhkanlah dirimu dari hasad (dengki), karena sesungguhnya hasad itu memakan kebaikan-kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar.” (HR. Abu Daud).

Artinya, amal saleh sebanyak apa pun bisa hangus karena sifat dengki. Pendengki juga menjadi musuh nikmat Allah, sebab ia tidak rela melihat orang lain menerima karunia-Nya. Dengki bisa muncul dari siapa saja: sahabat, kerabat, bahkan keluarga. Namun, yang paling dirugikan sebenarnya bukan orang yang didengki, melainkan pendengki itu sendiri. Hatinya penuh kebencian, pikirannya lelah, dan amalnya terancam habis.

Ada beberapa cara mengidarinya yaitu dengan:

  1. Menyadari bahwa semua nikmat berasal dari Allah, bukan karena manusia.
  2. Mengalihkan fokus pada kebaikan lain, jangan habiskan energi hanya memikirkan pendengki.
  3. Menguatkan hati dengan doa dan sabar, agar tidak terjebak balas dendam atau kebencian.
  4. Melatih syukur, dengan melihat banyaknya nikmat yang Allah berikan kepada diri kita.
  5. Menjaga hati dari penyakit lain seperti marah dan kikir, yang sering menjadi pintu masuk lahirnya dengki.

Kedengkian bisa muncul di mana saja dalam lingkungan keluarga, tempat kerja, pergaulan, bahkan di tengah masyarakat luas. Biasanya, ia berawal dari persaingan, merasa tersaingi, atau merasa terhalang dari tujuan tertentu karena orang lain mendapat kesempatan lebih dahulu.

Sahabat MQ, pendengki sejatinya sedang merugikan dirinya sendiri. Dengki bukan hanya merusak hubungan sosial, tetapi juga bisa menghapus pahala amal saleh. Karena itu, jangan habiskan energi hanya untuk menghadapi orang yang dengki. Lebih baik fokus pada orang-orang baik di sekitar kita, perbanyak syukur, dan serahkan urusan pendengki kepada Allah. Dengan begitu, hati akan lebih tenang dan amal tetap terjaga.

Program: Inspirasi  Keluarga –  Langkah Kecil Untuk Bahagia
Narasumber: Ibu Khairati
Penyiar: Asila Ghania