MQFMNETWORK.COM | GAZA – Di tengah situasi yang masih penuh keterbatasan, semangat anak-anak dan remaja di Gaza untuk mempelajari Al-Qur’an tidak pernah surut. Setiap pagi, mereka tetap melangkahkan kaki menuju Masjid Daarut Tauhiid (DT) Gaza untuk mengikuti kegiatan membaca, mempelajari, dan menghafal Al-Qur’an.

Seperti yang berlangsung pada Selasa (23/6/2026), sekitar 200 santri mengikuti pembelajaran Al-Qur’an yang difasilitasi melalui dukungan masyarakat Indonesia bersama para donatur DT Peduli. Program tersebut menjadi salah satu ikhtiar dalam menjaga keberlangsungan pendidikan Al-Qur’an bagi generasi muda Gaza di tengah berbagai tantangan yang mereka hadapi.

Saat ini, Masjid Daarut Tauhiid Gaza menjadi rumah bagi 14 kelompok belajar (halaqah) yang aktif setiap harinya. Sebanyak sembilan halaqah diperuntukkan bagi santriwati, sedangkan lima halaqah lainnya diikuti oleh santriwan. Seluruh kelompok belajar tersebut dibimbing secara rutin oleh para relawan yang mengabdikan diri untuk mendampingi para santri dalam memahami Al-Qur’an.

Pendidikan Al-Qur’an di Gaza Terus Berjalan Berkat Dukungan Donatur Indonesia

Program pembelajaran di Masjid Daarut Tauhiid Gaza disusun sesuai dengan tingkat kemampuan para peserta. Bagi santri yang telah menghafal Al-Qur’an, tersedia halaqah khusus yang berfokus pada pendalaman hukum tajwid serta pemantapan hafalan (mutqin). Sementara itu, bagi anak-anak yang baru mulai belajar membaca Al-Qur’an, disediakan halaqah Qa’idah Nuraniyyah sebagai metode pengenalan huruf-huruf hijaiyah, pelafalan yang benar, serta pemahaman harakat.

Metode tersebut membantu para santri mempelajari Al-Qur’an secara bertahap, mulai dari mengenali huruf hingga membangun hafalan yang kuat. Kehadiran program ini menjadi bukti bahwa pendidikan Islam tetap dapat berlangsung meski di tengah kondisi yang serba terbatas.

Seluruh kegiatan belajar mengajar difasilitasi melalui dukungan masyarakat Indonesia dan para donatur DT Peduli. Bantuan yang diberikan tidak hanya menghadirkan ruang belajar bagi ratusan santri, tetapi juga menjadi penyemangat bagi para relawan untuk terus mendampingi lahirnya generasi Qurani di Gaza.

Harapan Besar Menjadikan Masjid Daarut Tauhiid Gaza sebagai Pusat Penghafal Al-Qur’an

Relawan DT Peduli yang mengajar di Masjid Daarut Tauhiid Gaza menjelaskan bahwa seluruh tenaga pengajar merupakan relawan yang secara sukarela mendedikasikan waktu dan kemampuannya untuk membina para santri.

“Para pengajar di sini merupakan relawan. Kami berharap agar program ini terus berlanjut berkat upaya dan dukungan dari masyarakat Indonesia serta donatur DT Peduli, sekaligus terus memotivasi para santri untuk membaca dan menghafal Al-Qur’an,” ujar salah seorang relawan.

Menurutnya, keberlanjutan program menjadi harapan besar bagi para pengajar maupun para santri. Dukungan dari masyarakat Indonesia tidak hanya memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan, tetapi juga memberikan semangat bagi para relawan untuk terus membina generasi Qurani di wilayah tersebut.

Relawan juga berharap Masjid Daarut Tauhiid Gaza dapat berkembang menjadi pusat pendidikan Al-Qur’an yang mampu menampung lebih banyak santri di masa mendatang.

“Kami juga berharap adanya dukungan bagi para pengajar agar dapat terus mengajar di sana, sehingga kelak Masjid Daarut Tauhiid Gaza bisa menjadi pusat besar yang menaungi para santri serta para penghafal Al-Qur’an, dan mampu menampung jumlah santri yang lebih banyak lagi,” lanjutnya.

Semangat para santri yang setiap hari memenuhi Masjid Daarut Tauhiid Gaza menjadi gambaran bahwa kecintaan terhadap Al-Qur’an tetap hidup di tengah segala keterbatasan. Bagi mereka, setiap ayat yang dipelajari bukan sekadar hafalan, tetapi juga menjadi sumber kekuatan, harapan, dan keteguhan dalam menjalani kehidupan.

DT Peduli berharap program pembinaan Al-Qur’an di Masjid Daarut Tauhiid Gaza dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak anak-anak. Dengan dukungan masyarakat Indonesia yang terus mengalir, diharapkan semakin banyak generasi penghafal Al-Qur’an lahir dari Gaza dan menjadi penerus dakwah Islam di masa depan.

(Agus ID)