danantaraa

MQFMNETWORK.COM | Ketidakpastian ekonomi global yang dipicu perang dagang, konflik geopolitik, perlambatan ekonomi dunia, hingga gangguan rantai pasok internasional membuat banyak negara mulai memperkuat strategi perdagangan masing-masing. Indonesia pun dinilai perlu mencari pendekatan baru agar ekspor nasional tetap mampu bertahan dan berkembang di tengah situasi global yang tidak stabil.

Di tengah kondisi tersebut, muncul wacana pembentukan Danantara Sumber Daya Indonesia, sebuah BUMN baru yang difokuskan untuk memperkuat sektor ekspor nasional. Lembaga ini disebut dapat menjadi instrumen strategis untuk membantu produk Indonesia menembus pasar internasional sekaligus memperluas jaringan perdagangan global.

Wacana tersebut memunculkan perhatian publik karena dianggap sebagai langkah baru pemerintah dalam menghadapi persaingan perdagangan internasional yang semakin ketat.

Pasar Ekspor Dinilai Semakin Kompetitif

Pengamat hubungan internasional dan ekonomi global, Agung Nurwijoyo, menilai dinamika geopolitik dunia saat ini membuat persaingan perdagangan global semakin kompetitif.

Menurutnya, perang dagang antarnegara besar serta perlambatan ekonomi di sejumlah kawasan membuat akses pasar internasional menjadi lebih kompleks dibanding beberapa tahun sebelumnya.

Dalam pembahasan mengenai urgensi pembentukan BUMN khusus ekspor, ia menjelaskan bahwa negara-negara kini mulai aktif memperkuat diplomasi ekonomi untuk melindungi kepentingan perdagangan masing-masing.

“Persaingan global hari ini bukan hanya soal kualitas produk, tetapi juga strategi negara dalam membangun pengaruh ekonomi,” ujarnya dalam pembahasan tersebut.

Danantara Dinilai Bisa Jadi Instrumen Diplomasi Ekonomi

Agung Nurwijoyo menilai Danantara Sumber Daya Indonesia berpotensi menjadi bagian penting dari strategi diplomasi ekonomi Indonesia.

Menurutnya, keberadaan lembaga khusus ekspor dapat membantu Indonesia membuka pasar nontradisional dan memperkuat hubungan perdagangan dengan negara-negara berkembang.

Ia menjelaskan bahwa diplomasi ekonomi saat ini menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga stabilitas perdagangan nasional di tengah ketidakpastian dunia.

Karena itu, Indonesia dinilai perlu memiliki lembaga yang mampu bergerak lebih fokus dalam memperkuat jaringan ekspor nasional.

“Indonesia perlu lebih agresif membangun pasar baru dan memperluas kerja sama ekonomi internasional,” katanya.

Produk Lokal Dinilai Masih Hadapi Banyak Hambatan

Lead for Global Health Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI), Sayyid Muhammad Jundullah, menilai produk Indonesia sebenarnya memiliki potensi besar untuk bersaing di pasar global.

Namun menurutnya, banyak pelaku usaha nasional masih menghadapi hambatan dalam distribusi, promosi, sertifikasi, hingga akses terhadap jaringan perdagangan internasional.

Ia menjelaskan bahwa kondisi tersebut membuat banyak produk lokal sulit berkembang secara maksimal di pasar ekspor.

Karena itu, keberadaan Danantara Sumber Daya Indonesia dinilai dapat membantu membangun ekosistem ekspor yang lebih terintegrasi.

“Kita punya banyak produk unggulan, tetapi dukungan terhadap akses pasarnya masih perlu diperkuat,” ujarnya.

BUMN Ekspor Dinilai Bisa Perkuat Distribusi Produk Nasional

Ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Eko Listiyanto, menilai salah satu persoalan utama ekspor Indonesia adalah lemahnya rantai distribusi dan akses pasar global.

Menurutnya, banyak pelaku usaha dalam negeri kesulitan membangun jaringan perdagangan internasional secara mandiri.

Ia menjelaskan bahwa BUMN khusus ekspor dapat membantu memperkuat pemasaran, logistik, dan promosi produk Indonesia di luar negeri.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa pembentukan lembaga baru harus disertai fungsi yang jelas agar tidak sekadar menambah birokrasi.

“Kalau ingin efektif, lembaga ini harus benar-benar fokus memperkuat akses pasar ekspor,” katanya.

UMKM Dinilai Harus Jadi Prioritas Utama

Dalam pembahasan tersebut, sejumlah pengamat juga menilai sektor UMKM harus menjadi fokus utama dalam strategi ekspor nasional.

Sayyid Muhammad Jundullah menjelaskan bahwa banyak UMKM Indonesia memiliki produk berkualitas, tetapi belum memiliki kapasitas untuk masuk pasar global.

Menurutnya, tantangan utama UMKM bukan hanya soal produksi, tetapi juga kemampuan memenuhi standar internasional dan menjaga keberlanjutan pasokan ekspor.

Karena itu, ia menilai Danantara Sumber Daya Indonesia seharusnya mampu menjadi pendamping dan fasilitator bagi UMKM agar lebih siap bersaing di pasar internasional.

“Kalau UMKM diperkuat, maka manfaat ekonomi ekspor bisa dirasakan lebih luas,” ujarnya.

Hilirisasi dan Nilai Tambah Dinilai Penting

Pengamat ekonomi dari Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Dyah Ayu, menilai Indonesia perlu fokus pada penguatan hilirisasi industri agar tidak hanya mengandalkan ekspor bahan mentah.

Menurutnya, pasar global saat ini lebih kompetitif dan menuntut produk bernilai tambah tinggi.

Ia menjelaskan bahwa Danantara Sumber Daya Indonesia seharusnya tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pemasaran ekspor, tetapi juga mendukung transformasi industri nasional.

“Kalau ingin kuat secara jangka panjang, Indonesia harus memperbesar ekspor produk bernilai tambah,” katanya.

Tata Kelola Jadi Sorotan

Meski dinilai memiliki peluang strategis, pembentukan BUMN baru khusus ekspor juga memunculkan perhatian terkait tata kelola dan efektivitas kelembagaan.

Eko Listiyanto menilai pemerintah perlu memastikan bahwa Danantara Sumber Daya Indonesia tidak tumpang tindih dengan lembaga lain yang sudah ada.

Selain itu, profesionalisme, transparansi, dan koordinasi lintas sektor dinilai penting agar lembaga tersebut benar-benar mampu memperkuat perdagangan internasional Indonesia.

Strategi Ekspor Indonesia Sedang Mencari Arah Baru

Wacana pembentukan Danantara Sumber Daya Indonesia menunjukkan bahwa Indonesia sedang mencari strategi baru untuk menghadapi tantangan perdagangan global yang semakin kompleks.

Di tengah ketidakpastian ekonomi dunia, keberadaan BUMN khusus ekspor dinilai dapat menjadi peluang untuk memperkuat diplomasi ekonomi, memperluas pasar ekspor, dan meningkatkan daya saing produk nasional.

Namun demikian, tantangan terkait tata kelola, penguatan industri, hilirisasi, hingga dukungan terhadap UMKM tetap menjadi pekerjaan besar yang harus dibenahi secara bersamaan.

Karena itu, seperti disampaikan berbagai pengamat, keberhasilan Danantara Sumber Daya Indonesia nantinya tidak hanya ditentukan oleh pembentukannya sebagai lembaga baru, tetapi juga oleh kemampuannya membangun strategi ekspor yang efektif, inklusif, dan mampu menjawab tantangan ekonomi global yang terus berubah.