Sama seperti rasa syukur saat azan Magrib berkumandang, kebahagiaan dalam pernikahan seringkali datang setelah melewati masa-masa sulit (ujian ekonomi atau kesehatan). Puasa melatih kita untuk percaya bahwa di balik setiap kesulitan, Allah telah menyiapkan skenario indah bagi mereka yang tidak berputus asa.
Allah berfirman:
فَاِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
Artinya: “Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. Al-Insyirah: 5)
Menata Kembali Niat yang Berantakan
Seringkali kita merasa lelah mengurus rumah tangga karena salah menempatkan tujuan. Kita ingin dihargai suami, ingin anak langsung pintar, dan lain-lain. Kembalikan niat itu: “Saya melakukan ini karena perintah Allah”. Dengan begitu, respon manusia tidak lagi menjadi penentu kebahagiaan kita.
Menjemput Mahkota Kemuliaan Melalui Pasangan
Kesabaran kita dalam menghadapi kekurangan pasangan adalah jalan pintas menuju surga. Puasa melatih kita untuk fokus pada hasil akhir (akhirat). Bayangkan mahkota kemuliaan yang Allah siapkan bagi orang tua yang sabar mendidik anaknya di atas jalan Al-Qur’an.
Artinya: “Bagi orang yang berpuasa ada dua kegembiraan: kegembiraan ketika berbuka dan kegembiraan ketika bertemu Tuhannya.” (HR. Muslim)
• Live Streaming
102.7 MQFM Bandung
Assalamu'alaykum Sahabat MQ, silahkan dapat menyampaikan pertanyaan disini melalui WhatsApp MQFM
Iklan yang tampil di website ini merupakan layanan pihak ketiga melalui Google AdSense yang dapat disesuaikan dengan preferensi masing-masing pengguna. MQFM berupaya menghadirkan konten yang sejalan dengan nilai-nilai kebaikan dan kebermanfaatan, namun tidak memiliki kendali langsung atas materi iklan yang ditampilkan.