Puasa adalah sekolah bagi hati. Di sini kita belajar bahwa kenikmatan berbuka hanya bisa dirasakan oleh mereka yang sabar menanggung haus dan lapar. Hal yang sama berlaku dalam pernikahan; kebahagiaan memiliki anak yang saleh atau rumah tangga yang tenang hanya bisa diraih melalui perjuangan dan kesabaran yang konsisten.
Mengukur Luas Wadah Hatimu
Setiap orang punya batas sabar yang berbeda, tergantung seberapa besar wadah hatinya. Jika hati kita sempit, masalah kecil seperti kunci motor yang hilang bisa jadi ledakan amarah. Puasa dan qiyamullail berfungsi untuk memperbesar kapasitas hati tersebut agar kita mampu menampung ketidaksempurnaan pasangan dengan lebih tenang.
Artinya:“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (QS. Az-Zumar: 10)
Menjaga Lisan Saat Perut Kosong
Rasulullah mengingatkan bahwa banyak orang puasa hanya mendapat lapar dan dahaga karena tidak menjaga lisan. Dalam rumah tangga, menjaga lisan saat sedang “emosi karena lapar” adalah ujian sabar yang nyata. Mengganti keluhan dengan doa saat menunggu berbuka adalah kunci keberkahan rumah tangga.
Artinya: “Tidak ada pemberian yang lebih baik dan lebih luas bagi seseorang daripada kesabaran.” (HR. Bukhari)
• Live Streaming
102.7 MQFM Bandung
Assalamu'alaykum Sahabat MQ, silahkan dapat menyampaikan pertanyaan disini melalui WhatsApp MQFM
Iklan yang tampil di website ini merupakan layanan pihak ketiga melalui Google AdSense yang dapat disesuaikan dengan preferensi masing-masing pengguna. MQFM berupaya menghadirkan konten yang sejalan dengan nilai-nilai kebaikan dan kebermanfaatan, namun tidak memiliki kendali langsung atas materi iklan yang ditampilkan.