Waspada Penyakit Hati yang Tidak Terasa

Seringkali kita tidak menyadari bahwa hati kita sedang “sakit” karena terlalu sibuk dengan urusan dunia yang fana. KH. Imam Ghozali Sai’id mengingatkan bahwa salah satu tandanya adalah hilangnya rasa manis dan kenikmatan dalam beribadah. Jika shalat dan dzikir terasa seperti beban yang berat, itu adalah sinyal kuat bahwa hati sedang tertutup oleh debu-debu kemaksiatan dan kelalaian yang menumpuk.

Penyebab Utama Hati Menjadi Keras

 Hati menjadi keras karena terlalu banyak mencintai dunia secara berlebihan atau hubbud dunya. Kitab Al-Hikam mengajarkan bahwa dunia seharusnya hanya berada di tangan untuk dikelola, bukan di dalam hati untuk dipuja. Ketika hati sudah terisi penuh oleh ambisi duniawi, maka cahaya ilahi sulit untuk masuk, membuat seseorang menjadi mudah marah, dengki, dan sulit menerima nasihat kebenaran.

Solusi Qur’ani untuk Menyembuhkan Hati

Allah SWT berfirman tentang penyakit ini:

 فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ فَزَادَهُمُ اللَّهُ مَرَضًا

Artinya: “Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya.” (QS. Al-Baqarah: 10).

Untuk mengobatinya, Rasulullah SAW memberikan resep dalam sebuah hadits:

 إِنَّ هَذِهِ الْقُلُوبَ تَصْدَأُ كَمَا يَصْدَأُ الْحَدِيدُ إِذَا أَصَابَهُ الْمَاءُ. قِيلَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، وَمَا جِلاؤُهَا؟ قَالَ: كَثْرَةُ ذِكْرِ الْمَوْتِ، وَتِلاوَةِ الْقُرْآنِ

Artinya: “Sesungguhnya hati ini bisa berkarat sebagaimana besi jika terkena air.” Sahabat bertanya, “Apa pembersihnya?” Beliau menjawab, “Banyak mengingat mati dan membaca Al-Qur’an.” (HR. Baihaqi).