images (3)

Kiat Seorang Muslim Menyikapi Problematika Hidup Menurut Fikih Kontemporer

Dalam Al-Qur’an, Allah Swt menegaskan bahwa kehidupan dunia adalah medan ujian. Firman-Nya dalam Surah Al-Mulk ayat 2:

ٱلَّذِي خَلَقَ ٱلۡمَوۡتَ وَٱلۡحَيَوٰةَ لِيَبۡلُوَكُمۡ أَيُّكُمۡ أَحۡسَنُ عَمَلٗاۚ وَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلۡغَفُورُ

“Yang menciptakan mati dan hidup untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Mahaperkasa lagi Maha Pengampun.”
mengingatkan bahwa kematian dan kehidupan diciptakan untuk menguji siapa di antara manusia yang paling baik amalnya.

Islam adalah agama yang sempurna. Ia tidak hanya mengatur ibadah mahdhah seperti salat, puasa, atau zakat, tetapi juga mengatur bagaimana manusia menyikapi kehidupan sehari-hari. Karena itu, memahami bagaimana menyikapi ujian hidup menjadi bagian dari fikih kontemporer fiqih yang berkaitan langsung dengan realitas dan dinamika kehidupan modern.

Kiat Menghadapi Problematika Hidup Menurut Fikih Kontemporer
1. Bersiap Menerima Hal yang Sesuai maupun Tidak Sesuai Keinginan
Allah mengingatkan dalam Surah Al-Baqarah ayat 216 bahwa boleh jadi kita membenci sesuatu padahal itu baik bagi kita, dan sebaliknya menyukai sesuatu padahal itu buruk bagi kita. Ujian yang tidak menyenangkan seringkali membuat manusia lebih selamat karena ia kembali kepada Allah, banyak istighfar, banyak berdoa.
2. Ridha terhadap Takdir Allah
Ridha bukan berarti pasrah tanpa ikhtiar, tetapi menerima bahwa apa yang terjadi adalah ketetapan terbaik dari Allah. Rasulullah Saw bersabda:
“Barang siapa yang ridha, maka baginya keridhaan Allah. Barang siapa yang murka, maka baginya kemurkaan Allah.” (HR. Tirmidzi).
3. Tidak Mempersulit Diri dalam Menghadapi Takdir
Islam mengajarkan, “Yassirû wa lâ tu‘assirû” mudahkanlah dan jangan mempersulit. Banyak orang memperbesar masalah dengan pikiran negatif, drama, overthinking, atau membandingkan diri dengan orang lain. Padahal masalah sering kali tidak akan membesar kecuali kita sendiri yang membesarkannya.
4. Muhasabah dan Refleksi Diri
Setiap ujian membawa pesan dari Allah. Karena itu, langkah berikutnya adalah muhasabah berani mengevaluasi diri.

Bagaimana Menjaga Hati agar Tetap Istiqomah?
Istikamah adalah anugerah yang sangat mahal. Para ulama mengatakan, “Istiqomah itu lebih baik daripada seribu karomah.” Untuk meraih istiqomah, beberapa langkah penting dapat dilakukan:
1. Memperbanyak Munajat dan Doa
2. Mujahadah (Bersungguh-sungguh)
3. Bermajelis dengan Orang-Orang Shalih
4. Memulai Amalan Kecil namun Konsisten

Program: Inspirasi Malam – Fikih Mawaris
Narasumber: Ustadz Tedhi Abu Humam, M.Sos

Penyiar: Zaeni