Sahabat MQ, termasuk ciri orang yang sabar adalah Tidak Lesu
Dia harus punya energi dan semangat. Harus punya semangat untuk hidupp. Hati kita pun harus sehat, selamat, tidak sakit.

Agar hati kita sehat, maka kita harus memberi makan hati dengan makanan yang bergizi, yaitu; dzikir, tidak berkata kecuali perkataan yang baik, dan diajak hatinya untuk berpikir.

Allah berfirman :
“Dan sungguh, telah Kami ciptakan isi neraka Jahannam banyak dari kalangan jin dan manusia. Mereka memiliki hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka memiliki mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengarkan (ayat-ayat Allah). Mereka seperti hewan ternak, bahkan lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lengah.” (Qs. Al araf 179)

Dalam ayat ini, Allah mengingatkan kita bahwa kebanyakan isi neraka jahannam itu jin dan manusia. Mengapa? Karena mereka punya hati tapi tidak dipakai berpikir untuk memikirkan tanda tanda kekuasaan Allah.

Maka, hati sebagai raja anggota tubuh, harus ipakai untuk berpikir tentang kekuasaan Allah. Hati kita tidak boleh lesu, harus semangat.

Akal kita pun harus sehat. Bagaimana caranya?
Orang-orang yang mau membaca dengan baik. Membaca Alquran, hadits, siroh, dan buku- buku karangan para ulama. Jangan hanya membaca whatsAppa atau baca status orang.

Iqra ayat pertama yg Allah turunkan. Allah ingatkan kita dalam surat Al-Mujadilah : 11

Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat.

Ini juga membuat kita tak akan lesu karena kita punya ilmu, karena setan itu takut kepada orang yang berilmu. Ayo kuatkan pikiran, tajamkan pandangan, dan luaskan wawasan. Sebagaimana perintah Rasulullah shalallahu alaihi wasallam agar kita menuntut ilmu.

Kemudian, Tidak Lesu Beramal
Kalau orang yang berperang ingin menang melawan musuhnya dan tidak akan berhenti sebelum menang.

Simak selengkapnya dalam video Sabar, Bukan Pasrah dan Bukan Pula Menyerah oleh Ummi Ike Hikmawati.