Dampak Buruk Perkataan Kasar Bagi Ketenteraman Jiwa

Sering kali kita tidak menyadari bahwa setiap kata kasar atau hinaan yang terlontar akan kembali dampaknya kepada diri kita sendiri. Aa Gym mengingatkan dalam kajian Al-Hikam bahwa perbuatan buruk lisan akan menciptakan kegelapan di dalam hati. Sahabat MQ mungkin merasa puas sesaat setelah memarahi orang, namun rasa sesak dan gelisah akan menghantui setelahnya.

Hidup yang terasa berat dan penuh masalah sering kali merupakan “undangan” dari lisan kita sendiri yang tidak terjaga integritasnya. Jika kita ingin diperlakukan dengan baik oleh orang lain, maka mulailah dengan memperbaiki cara kita berbicara kepada mereka. Sahabat MQ yang memiliki tutur kata lembut akan menemukan kemudahan dalam berbagai urusan karena banyak didoakan kebaikan.

Sesuai dengan janji Allah dalam Surah Al-Isra ayat 7:

 إِنْ أَحْسَنْتُمْ أَحْسَنْتُمْ لِأَنْفُسِكُمْ ۖ وَإِنْ أَسَأْتُمْ فَلَهَا

Artinya: “Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri.”

Menghapus Kebiasaan Mencari Kesalahan Orang Lain

 Penyakit tajassus atau mencari-cari aib orang lain adalah beban mental yang sangat melelahkan bagi Sahabat MQ. Fokus pada kesalahan orang lain hanya akan membuat kita lupa akan kekurangan diri sendiri yang jauh lebih banyak. Aa Gym menyarankan agar kita menyibukkan diri dengan evaluasi pribadi daripada menjadi “detektif” bagi dosa orang lain.

Ketika lisan mulai sibuk menceritakan kekurangan teman atau tetangga, saat itulah keberkahan dalam hidup mulai dicabut. Sahabat MQ yang mulia adalah mereka yang menutupi aib saudaranya, sehingga Allah pun akan menutupi aibnya di hari kiamat. Mari kita bersihkan percakapan kita dari segala bentuk intimidasi sosial dan pencarian kesalahan.

Rasulullah SAW bersabda mengenai keutamaan menutupi aib:

 مَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللَّهُ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ

Artinya; “Barangsiapa menutupi (aib) seorang muslim, maka Allah akan menutupi (aib)nya di dunia dan akhirat” (HR. Muslim).

Berlatih Menahan Diri Saat Emosi Memuncak

Ujian lisan terberat bagi Sahabat MQ adalah saat sedang marah atau merasa dizalimi oleh orang lain. Di saat itulah setan sangat agresif mendorong kita untuk mengeluarkan kata-kata yang menyakitkan. Aa Gym berpesan agar kita segera beristighfar dan lebih baik diam atau meninggalkan tempat jika merasa tidak mampu mengendalikan amarah.

Kekuatan seseorang bukan diukur dari seberapa keras ia bisa berteriak, melainkan seberapa mampu ia menahan lidahnya saat emosi bergejolak. Dengan bersabar, Sahabat MQ sebenarnya sedang membangun benteng perlindungan bagi imannya. Ingatlah bahwa satu kalimat yang menyakitkan bisa merusak hubungan yang telah dibangun selama bertahun-tahun.

Allah SWT memuji orang-orang yang mampu menahan amarah dalam Surah Ali ‘Imran ayat 134:

 وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ ۗ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

Artinya: “…dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.”