Sering kali kita mendengar anggapan bahwa tidurnya orang yang berpuasa adalah ibadah, namun istilah ini sering kali disalahpahami oleh banyak orang. Ustaz Mamat menjelaskan bahwa tidur yang dibenarkan adalah tidur yang bertujuan untuk mengistirahatkan tubuh agar bisa kembali kuat menjalankan ibadah selanjutnya. Tidur sesaat sebelum waktu zuhur atau qailulah merupakan sunah yang dianjurkan untuk menyegarkan fisik di tengah teriknya siang hari saat sedang menjalankan puasa.
Perintah Rasulullah SAW:
قِيْلُوْا فَإِنَّ الشَّيَاطِيْنَ لاَ تَقِيْلُ
“Tidurlah qailulah (tidur siang) karena setan tidaklah mengambil tidur siang.” (HR. Abu Nu’aim dalam Ath-Thibb, Shahih Aljamie Alalbani 1647).
Abu Bakr Ash-Shiddiq melaporkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Tidur sejenak pada siang hari adalah pintu keberkahan, dan tindakan bijak bagi mereka yang melakukan pekerjaan yang berat” (HR. At-Tirmidzi,).
Imam Ghazali menegaskan, “Hendaklah seseorang tidak meninggalkan tidur yang sekejap pada siang hari karena ia membantu ibadah pada malam hari” (Kitab Ihya Ulumuddin).
Bahaya Malas dan Tidak Produktif
Tidur sepanjang hari dari pagi hingga menjelang magrib dengan alasan sedang berpuasa adalah tindakan yang tidak mencerminkan semangat Ramadan yang produktif.Disini menekankan bahwa Ramadan adalah bulan perjuangan dan amal saleh, di mana para sahabat nabi justru melakukan banyak hal besar di bulan ini. Menghabiskan waktu hanya dengan tidur akan membuat seseorang kehilangan banyak kesempatan untuk meraih ampunan, rahmat, dan pahala berlipat ganda yang hanya tersedia di bulan mulia ini.
Mengatur Waktu Antara Hak Tubuh dan Kewajiban
Kunci utama dari menjalani puasa yang berkualitas adalah kemampuan seseorang dalam membagi waktu antara hak tubuh untuk beristirahat dan kewajiban untuk beramal. Jasad kita memang memiliki hak untuk istirahat, namun roh kita juga memiliki hak untuk diberi asupan melalui zikir, tilawah, dan kegiatan bermanfaat lainnya. Dengan menjaga keseimbangan ini, kita dapat menjalankan puasa dengan tetap bugar dan produktif, sehingga Ramadan tidak berlalu begitu saja tanpa meninggalkan jejak perubahan yang nyata.
• Live Streaming
102.7 MQFM Bandung
Assalamu'alaykum Sahabat MQ, silahkan dapat menyampaikan pertanyaan disini melalui WhatsApp MQFM
Iklan yang tampil di website ini merupakan layanan pihak ketiga melalui Google AdSense yang dapat disesuaikan dengan preferensi masing-masing pengguna. MQFM berupaya menghadirkan konten yang sejalan dengan nilai-nilai kebaikan dan kebermanfaatan, namun tidak memiliki kendali langsung atas materi iklan yang ditampilkan.