Waspadai Tipu Daya Setan yang Kembali Lepas

Setelah sebulan dibelenggu, kini setan kembali melancarkan bisikan-bisikannya untuk merusak ketaatan yang telah kita bina. Banyak orang yang merasa sudah “cukup” beribadah di bulan Ramadhan sehingga menjadi lengah dan kembali melakukan kemaksiatan. Jika kita tidak waspada, segala jerih payah menahan lapar dan dahaga serta lelahnya qiyamulail bisa sirna akibat godaan syahwat dan syubhat yang tidak terkendali.

Mengendalikan Hawa Nafsu dan Menghindari Maksiat

Menjaga kebaikan Ramadhan berarti melanjutkan perjuangan melawan hawa nafsu. Ustaz Agus mengingatkan bahwa tanda diterimanya amal seseorang adalah ketika ia diberikan kemudahan untuk melakukan kebaikan selanjutnya. Sebaliknya, kembali terjumus dalam kemaksiatan segera setelah Ramadhan usai adalah indikator yang patut diwaspadai bagi diterimanya amal kita di sisi Allah SWT.

Rasulullah bersabda:

    يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ

Artinya:    “Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu.” (HR. Tirmidzi).

Pentingnya Muhasabah dan Memohon Pertolongan Allah

Kita tidak akan mampu istiqamah hanya dengan mengandalkan kekuatan diri sendiri. Dibutuhkan kerendahan hati untuk selalu bermuhasabah (evaluasi diri) dan terus berdoa memohon keteguhan hati kepada Allah. Dengan menyadari kelemahan diri, kita akan lebih sering bersandar pada pertolongan-Nya melalui doa, sehingga setiap langkah kita selalu dalam bimbingan dan perlindungan-Nya dari segala fitnah.

Allah berfirman dalam Al-Qur’an (Surat Al-A’raf: 200):

    وَاِمَّا يَنْزَغَنَّكَ مِنَ الشَّيْطٰنِ نَزْغٌ فَاسْتَعِذْ بِاللّٰهِ ۗاِنَّهٗ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ  

Artinya:  “Dan jika setan mengganggumu dengan suatu godaan, maka mohonlah perlindungan kepada Allah. Sungguh, Dia Maha Mendengar, Maha Mengetahui.”