Fenomena ‘Muslim Ramadhan’ dan Tantangan Pasca-Lebaran
Bulan Ramadhan telah berlalu, namun semangat ibadah yang dulu membara seringkali meredup seiring berakhirnya takbir kemenangan. Banyak dari kita yang kembali terjebak dalam rutinitas duniawi hingga melupakan kebiasaan mulia seperti tadarus dan salat malam. Fenomena ini menjadi alarm bagi setiap mukmin untuk segera berbenah agar kebaikan yang telah dibangun selama sebulan penuh tidak hilang begitu saja ditelan waktu.
Artinya: “Maka tetaplah engkau (Muhammad) di jalan yang benar, sebagaimana diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang telah bertobat bersamamu…”
Kunci Utama, Mulai dari Hal Terkecil Namun Konsisten
Ustaz Agus Suhendar menekankan bahwa menjaga kebaikan tidak harus dimulai dengan amalan yang berat. Kuncinya adalah prinsip “3M”: mulai dari diri sendiri, mulai dari hal terkecil, dan mulai saat ini juga. Dengan merutinkan sedekah subuh atau salat sunnah dua rakaat secara konsisten, kita sedang membangun fondasi iman yang kokoh agar ruhiah kita tetap terjaga meskipun bulan suci telah usai.
Artinya: “Amalan yang paling dicintai Allah adalah yang paling kontinu (istiqamah) meskipun sedikit.” (HR. Muslim).
Mencari Lingkungan yang Mendukung (Support System)
Salah satu faktor penentu istiqamah adalah lingkungan. Kita membutuhkan sahabat dan komunitas yang saling mengingatkan dalam kebaikan, karena iman seseorang sangat dipengaruhi oleh siapa teman dekatnya. Dengan menghadiri kajian dan berkumpul bersama orang-orang saleh, semangat ibadah yang mulai kendur akan kembali terisi (“recharge”), sehingga kita tetap menjadi hamba Allah di setiap bulan, bukan hanya di bulan Ramadhan.
• Live Streaming
102.7 MQFM Bandung
Assalamu'alaykum Sahabat MQ, silahkan dapat menyampaikan pertanyaan disini melalui WhatsApp MQFM
Iklan yang tampil di website ini merupakan layanan pihak ketiga melalui Google AdSense yang dapat disesuaikan dengan preferensi masing-masing pengguna. MQFM berupaya menghadirkan konten yang sejalan dengan nilai-nilai kebaikan dan kebermanfaatan, namun tidak memiliki kendali langsung atas materi iklan yang ditampilkan.