Bahaya Menjadi Pengikut Tanpa Ilmu dalam Pandangan Islam

Mentalitas ikut-ikutan atau conformity yang berlebihan tanpa dasar ilmu disebut sebagai mentalitas inang. Sahabat MQ, orang yang hanya mengekor pada pendapat mayoritas tanpa tahu tujuannya adalah orang yang paling mudah tersesat. Dalam Islam, kita dilarang keras untuk mengikuti sesuatu yang kita tidak memiliki pengetahuan tentangnya.

Hal ini secara tegas disebutkan dalam Surah Al-Isra ayat 36:

وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِۦ عِلْمٌ ۚ إِنَّ ٱلسَّمْعَ وَٱلْبَصَرَ وَٱلْفُؤَادَ كُلُّ أُو۟لَٰٓئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْـُٔولًا

Artinya: “Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungjawabannya.”

Sahabat MQ, jadilah pribadi yang memiliki prinsip. Sebelum melakukan sesuatu atau menyebarkan informasi, pastikan kita tahu manfaat dan kebenarannya. Menjadi cerdas secara spiritual berarti tidak membiarkan diri kita disetir oleh opini publik yang belum tentu benar.

Membangun Keberanian untuk Menyatakan “Tidak” pada Kemaksiatan

Kata “tidak” adalah salah satu kata paling kuat yang bisa menyelamatkan masa depan kita. Sahabat MQ, sering kali kita merasa tidak enak hati untuk menolak ajakan teman karena takut dikucilkan. Padahal, keberanian untuk menolak sesuatu yang salah adalah tanda dari kedewasaan mental dan kekuatan iman.

Rasulullah SAW bersabda bahwa jihad yang paling utama adalah perkataan yang adil di hadapan penguasa (atau kekuatan mayoritas) yang zalim. Hal ini menunjukkan bahwa menyuarakan kebenaran dan menolak kesalahan di depan banyak orang adalah tindakan yang sangat dicintai Allah.

Sahabat MQ, belajarlah untuk berkata “tidak” pada narkoba, pergaulan bebas, kecurangan, dan segala bentuk evil yang dianggap biasa. Kehormatan kita tidak ditentukan oleh pengakuan teman, melainkan oleh integritas kita di hadapan Allah. Satu penolakan yang tegas bisa menyelamatkan kita dari penyesalan seumur hidup.

Janji Allah bagi Mereka yang Teguh Memegang Prinsip Kebenaran

Mungkin saat ini Sahabat MQ merasa asing atau kesepian karena memilih jalan yang berbeda dari kebanyakan orang. Namun, ketahuilah bahwa Allah menjanjikan ketenangan dan kemenangan bagi mereka yang teguh berdiri di atas kebenaran. Orang-orang yang istiqamah tidak akan merasa takut dan sedih karena mereka tahu Allah bersama mereka.

Allah SWT memberikan kabar gembira dalam Surah Fussilat ayat 30:

إِنَّ ٱلَّذِينَ قَالُوا۟ رَبُّنَا ٱللَّهُ ثُمَّ ٱسْتَقَٰمُوا۟ تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ ٱلْمَلَٰٓئِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا۟ وَلَا تَحْزَنُوا۟

Artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: ‘Tuhan kami ialah Allah’ kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan): ‘Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih’.”

Sahabat MQ, jangan pernah merasa rugi menjadi orang baik di lingkungan yang kurang baik. Janji Allah itu nyata, dan setiap kelelahan kita dalam menjaga prinsip akan dibayar dengan surga-Nya. Tetaplah menjadi pribadi yang kritis, berempati, dan teguh pada iman agar kita terhindar dari jeratan kedangkalan moral yang merusak.