Ustadz Abu Yahya menjelaskan bahwa setiap manusia memiliki dua potensi ilham: jalan kejahatan dan jalan ketakwaan. Kunci utama untuk tetap istiqomah adalah dengan sadar memilih menyucikan jiwa melalui ketaatan kepada Allah. Tanpa kesadaran ini, seseorang akan mudah terombang-ambing oleh hawa nafsu.
Artinya: “Maka Dia mengilhamkan kepadanya (jalan) kejahatan dan ketakwaannya. Sungguh beruntung orang yang menyucikannya (jiwa itu).” (QS. Asy-Syams: 8-9)
Hakikat Berada di Jalan Lurus
Istiqomah bukan sekadar rutin beribadah, melainkan tetap teguh di atas Shirathal Mustaqim. Ini adalah jalan terang yang menghubungkan seorang hamba langsung kepada Allah dan surga-Nya. Mengenali kebenaran berdasarkan Al-Qur’an dan Sunnah adalah fondasi agar kaki tidak tergelincir di tengah jalan.
Rasulullah bersabda:
قُلْ آمَنْتُ بِاللَّهِ ثُمَّ اسْتَقِمْ
Artinya: “Katakanlah: ‘Aku beriman kepada Allah’, kemudian istiqomahlah.” (HR. Muslim)
Janji Allah Bagi yang Konsisten
Allah menjanjikan bantuan malaikat bagi mereka yang meneguhkan pendirian dalam beriman. Malaikat akan turun untuk memberikan ketenangan, mengusir rasa takut, dan membawa kabar gembira tentang surga. Dengan dukungan spiritual ini, menjaga ibadah selama sebulan penuh menjadi jauh lebih ringan.
• Live Streaming
102.7 MQFM Bandung
Assalamu'alaykum Sahabat MQ, silahkan dapat menyampaikan pertanyaan disini melalui WhatsApp MQFM
Iklan yang tampil di website ini merupakan layanan pihak ketiga melalui Google AdSense yang dapat disesuaikan dengan preferensi masing-masing pengguna. MQFM berupaya menghadirkan konten yang sejalan dengan nilai-nilai kebaikan dan kebermanfaatan, namun tidak memiliki kendali langsung atas materi iklan yang ditampilkan.