Mengapa banyak orang gagal istiqamah? Jawabannya seringkali karena kurangnya ilmu yang menjadi motivasi dasar. Tanpa ilmu, ibadah hanya akan menjadi rutinitas yang membosankan dan mudah ditinggalkan saat ujian datang. Ustaz Agus menekankan bahwa dengan terus menuntut ilmu dan mendalami hikmah di balik setiap ibadah, kita akan memiliki alasan yang kuat untuk tetap bertahan dalam ketaatan.
Artinya: “Barangsiapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim).
Menghadiri Majelis Taklim Sebagai Nutrisi Ruhani
Kajian-kajian keislaman, seperti program “Inspirasi Malam” di MQFM, berfungsi sebagai tempat untuk mengecas iman yang mulai redup. Di sana, kita diingatkan kembali tentang tujuan hidup dan janji-janji Allah bagi mereka yang bersabar dalam ketaatan. Menghadiri majelis ilmu secara rutin adalah cara paling efektif untuk menjaga hati agar tidak membatu dan tetap lembut menerima hidayah-Nya.
Berpegang Teguh pada Al-Qur’an dan Sunnah
Di tengah gempuran fitnah zaman, hanya Al-Qur’an dan Sunnah yang dapat menjadi penolong sejati. Menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman harian dan meneladani sunnah Rasulullah dalam setiap tindakan akan memberikan ketenangan jiwa yang luar biasa. Dengan terus mempelajari dan mengamalkan isi Al-Qur’an, kita akan menemukan kekuatan untuk tetap istiqamah menjaga kebaikan Ramadhan hingga bertemu Ramadhan berikutnya.
Allah berfriman dalam Al-Qur’an (Surat Al-Ma’idah: 16):
Artinya: “Dengan Kitab itulah Allah memberi petunjuk kepada orang yang mengikuti keridaan-Nya ke jalan keselamatan, dan (dengan Kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang itu dari gelap gulita kepada cahaya…”
• Live Streaming
102.7 MQFM Bandung
Assalamu'alaykum Sahabat MQ, silahkan dapat menyampaikan pertanyaan disini melalui WhatsApp MQFM
Iklan yang tampil di website ini merupakan layanan pihak ketiga melalui Google AdSense yang dapat disesuaikan dengan preferensi masing-masing pengguna. MQFM berupaya menghadirkan konten yang sejalan dengan nilai-nilai kebaikan dan kebermanfaatan, namun tidak memiliki kendali langsung atas materi iklan yang ditampilkan.