Sahabat MQ Al-Qur’an yang diturunkan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala menjadi peta hidup kita di dunia. Dunia sangat membingungkan jika tidak ada panduan. Untuk itu Allah juga hadirkan peta atau panduan kepada kita agar kita tidak tersesat kepada rumah yang sebenarnya. Al-Qur’an menjadi petunjuk, peta hidup menjadi hal yang senantiasa mengiringi langkah kita.
Ketika kita senantiasa berusaha memahami Al-Qur’an, berusaha untuk berikhtiar untuk mengamalkannya bahkan sampai mendakwahkannya. Allah menciptakan kita didunia ini berikut dengan panduan ataupun peta. Dalam memahami peta kehidupan tepatnya memahami al-Qur’an agar kita senantiasa menjadi pribadi yang bisa dekat dengan Al-Qur’an.
Bagaimana seseorang ingin selalu Istiqomah bersama Qur’an?
Karena dengan Istiqomah inilah seseorang selalu dibimbing oleh Allah. Bahasa Istiqomah ini merupakan perintah dari Allah dan juga bahasa yang disampaikan oleh Rasulullah. Kuncinya ialah merawat hati kita agar tidak mati. Hati itu ada hati yang mati, hidup, bercahaya, hati yang di ridhonoleh Allah, hati Mutmainnah, hati tenang itu mengantarkan dalam diri seseorang mendapatkan kebahagiaan.
Hati yang mati adalah awal kehancuran iman kita, sedang hati yang hidup akan memancarkan cahaya petunjuk dan kebaikan dari Allah. Al-Qur’an itu adalah peta kehidupan kita, maka apapun yang kita lakukan dan kita laksanakan di dunia ini tentu petunjuknya dari Al-Qur’an. Sumber kehidupan itu ialah hati kita, jadi kalau bisa menjaga hati itu selalu bersih kita bisa baca Qur’an, kita bisa rukuk sujud, kita bisa ibadah, kita bisa menerapkan kebaikan kebaikan yang lain untuk hubungan kita kepada Allah maupun kepada Manusia.
Apa itu hati?
Hati itu pusat keimanan, jika hati mati karena jauh dari zikir. Jauh dari zikir itu tentu jauh dari pertunjuk Allah, Maka seluruh amal akan kita ikut akan mati.
Kenapa hati itu mati?
Karena kurang berzikir kepada Allah, bahkan bermaksiat kepada Allah.
“Wahai manusia, sungguh telah datang kepadamu pelajaran (Al-Qur’an) dari Tuhanmu, penyembuh bagi sesuatu (penyakit) yang terdapat dalam dada, dan petunjuk serta Rahmat bagi orang-orang mukmin.” (Q.S Yunus:57)
Al-Qur’an bukan hanya bacaan, tapi juga obat. Jika kita merasa gelisah, berpenyakit hati, tidak tenang maka obatlah dengan Al-Qur’an. Al-Qur’an tidak hanya dibaca tapi dipahami, dikuatkan oleh kita sehingga Al-Qur’an itu menjadi obat yang jelas dalam sebuah bentuk kehidupan kita. Kita harus berusaha memaksakan diri kita untuk istiqomah. Istiqomah itu teguh, berdasar kata qa yaakumu maknanya adalah kita teguh, berdiri tegap dalam ketaatan, konsisten dalam kebaikan.
“Sesungguhnya orang-orang berkata, “Tuhan kami adalah Allah”, kemudian tetap (dalam pendiriannya), akan turun malaikat-malaikat kepada mereka (seraya berkata), “janganlah kamu takut dan bersedih hati serta bergembiralah dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan padamu.” (Q.S Al-Fushshilat:30)
Kata seorang ulama “membaca Al-Qur’an itu disamakan kadarnha seberapa banyak kebutuhan kalian kepada Allah”. Di dalamnembaca Qur’an itu punya komitmen kepada Allah. Kontinuitas terus menerus untuk merawat hati kita, maka hati ini harus dirawat bacaan Al-Quran supaya bersih.
Cara merawat hati dengan Al-Quran
1. Tilawah Al-Quran
2. Tadabur
3. Amalan
Al-Quran sebagai pedoman hidup kita, Allah perintahkan pada kita menjauhi khamar maka jauhilah khamar. Karena itu petunjuk dari Allah, pedoman hidup kita tidak boleh melakukan riba kita jauhi. Al-Qur’an juga bisa menenangkan saat kita gelisah, nah jadikan Al-Qur’an sebagai sahabat ketika kita gelisah. Al-Qur’an inilah menuntun kita agar kita tidak tersesat.
Bagaimana cara supaya bisa Istiqomah dan apakah ada do’a yang bisa dipanjatkan untuk keistiqomahan ini?
Dengan membaca doa, ada doa yang diajarkan Rasulullah dimana doa itu akan membuat kita senantiasa dibimbing oleh Allah untuk istiqomah, untuk senantiasa mengingat Allah.
“Allahuma ainni ala zikrika wasyukrika wa Husni ibadatik.”
Artinya : “Ya Allah, Tolonglah aku agar senantiasa berdzikir kepadamu, senantiasa bersyukur kepadamu dan senantiasa pula memperbaiki dalam ibadah kepadamu.” Sehingga kita terus berharap kepada Allah dibimbing dalam ingat zikir, istiqamah dalam membaca Qur’an, Istiqomah dalam beribadah kepada Allah.
Apakah boleh mengkhatamkan Al-Quran berulang-ulang meski masih dalam tahapan belajar yang terkadang masih ada kesalahan?
Sangat boleh. Kita terus belajar. Rasulullah bersabda “orang yang baca Qur’an dan dia mahir baca Qur’an sudah benar bacaannya makhrijul hurufnya, Sifatul hurufnya, hak dan mustahaknya hidupnya bersama Alkiram Albarah yaitu malaikat yang mulia dan baik.Maknanya ada dua konteks yaitu terus belajar, terus baca Qur’an bahkan mendapatkan dua pahala jika masih belum lancar.
Sudah terbiasa untuk mendapatkan sebelum tidur, terutama setelah isya selalu mendapatkan dan memurajaah Al-Qur’an surah Al-Mulk, kemudian di suatu waktu ketiduran dan tidak membaca Al-Mulk. Apakah boleh dibaca setelah tahajud atau lebih baik melanjutkan tilawah di ayat ayat yang lainnya?
Ya, sesuatu yang biasa kita lakukan. Ada uzur syari, apakah itu dalam perjalanan safar ataupun dalam keadaan sakit maka sudah tercatat menjadi amal kebaikan yang biasa dilakukan. Tidak ada larangan untuk membaca tilawah yang lain tapi ingat kebiasaan yang biasa kita lakukan sebelum tidur tadi membaca surah Al-Mulk kalau kita lupa ataupun kita dalam keadaan uzur, maka tetap mendapatkan pahala. Jika bangun tidur mau dilanjutkan silahkan atau dilanjutkan tilawah silahkan
Teruslah bersama Qur’an, istikamah bersama Qur’an, terus berinteraksi dengan Al-Qur’an. Baik dalam mengamalkannya agar hati kita tenang, bahagia, agar Allah mengistiqomahkan kita bersama Qur’an agar suatu hari nanti kita wafat bersama Al-Qur’an.
Program: Inspirasi Qur’an – Pentingnya Hidup bersama Al-Qur’an
Narasumber: KH. Hery Saparjan Mursi, M.Ag., Alhafizh
Penyiar: Rizky Alfaris